Cubadak Paradise
Cubadak Paradise
Oleh : Uswah Hasanah
![]() |
| Dokumentasi pribadi |
Bagi sebagian orang liburan dan traveling merupakan kombinasi yang tidak
dapat dipisahkan. Liburan tanpa traveling seperti halnya makan tanpa garam,
hambar, kelihatannya istilah yang berlebihan namun itulah fakta yang saya
rasakan. Mengingat liburan sekolah yang tidak terlalu lama, hanya sekitar 2
minggu maka saya dan teman saya (sebut saja namanya Eva dan saya memanggilnya Kak
Eva, orang yang mengenalkan saya tentang traveling) memilih berlibur yang bisa
dijangkau dengan travel.
Sebagai guru honorer dalam masa pengabdian baru berusia seumur jagung
lebih tepatnya 6 bulan, traveling ke luar pulau plus bumbu foya – foya
hanyalah impian yang jauh dari angan kami berdua. Saat itu setelah satu hari
libur sekolah, Kak Eva menyampaikan pesannya melalui sms yang isinya mengajak
berlibur ke Pulau Cubadak, pulau yang berada di tanah minang, tanah yang
terkenal keeksotisannya. Kak Eva adalah jenis traveler dengan julukan “traveler
modal pas - pasan”. Menurut penuturannya traveling dengan modal pas – pasan
akan memacu adrenalin. Saya mengiyakan saja benar atau tidaknya saya belum tahu,
karena saya belum berpengalaman dan saat ini saya hanyalah traveler pengekor
traveler senior. Kak Eva sudah memiliki pengalaman traveling hingga ke
singapur, hal tersebut yang menambah keyakinan saya pada Kak Eva.
Di dalam bis Kak Eva menunjukkan buku catatan berupa data – data lengkap
mengenai liburan kami mulai dari ongkos perjalanan, tempat penginapan, sampai
tempat mana saja kami akan berhenti untuk menikmati kuliner setempat.
Menurutnya bagi seorang traveler catatan seperti ini perlu untuk referensi
pada traveling berikutnya. Saya manggut – manggut saja mendengarkan penuturan Kak
Eva, anggap saja ia adalah maha guru untuk saya saat ini sebagai orang yang
lebih dulu berpengalaman dalam dunia traveling.
Ketika kami berada di dalam bis, Kak Eva menunjukkan foto – foto Pulau
Cubadak, saya menatap foto - foto itu tanpa bosan. Saya benar – benar
terhipnotis oleh keeksotisan Pulau Cubadak, sampai – sampai Kak Eva mengatakan.
“Sudah Us Hp nya ngedrop tuh, besok juga kita kan sampai sana”.
Setelah satu hari satu malam akhirnya kami sampai di dermaga Terusan
Carocok, Kak Eva menelpon Nani (orang jerman yang menjadi pengelola Pulau Cubadak)
dalam bahasa inggris dan waw Nani menjawab dengan bahasa Indonesia, ini
surprise pertama untuk saya. Jadi ketika disana saya tidak perlu mengandalkan Kak
Eva untuk sekedar berkomunikasi, sedikit informasi Kak Eva bahasa inggrisnya
lancar karena ia guru bahasa inggris.
| Dokumentasi Pribadi (Dermaga Tarusan Carocok) |
![]() |
| Dokumentasi Pribadi (di Speat Boat Menuju Pulau Cubadak) |
Setelah 15 menit menunggu, Speet
Boat datang menjemput kami berdua. Surprise kedua unttukku bahwa yang
menjadi sopir Boat adalah asli orang
minang. Jadi kami berdua banyak bertanya tanpa perlu sungkan.
Saat kami sampai di Pulau Cubadak, inilah
rangkuman dari segala surprise yang saya peroleh, Pulau Cubadak lebih cantik
dibandingkan yang terlihat di Hp. Ini benar – benar pulau yang memanjakan mata.
Pulau ini tenang seperti tidak ada penghuni satupun, siapapun yang datang
dengan membawa setumpuk kepenatan akan terobati dengan pesona alam pulau
cubadak.
Ternyata para wisatawan di pulau ini
adalah turis mancanegara yang berasal dari Eropa. Menurut penuturan Nani, turis
domestik hanya waktu – waktu tertentu berkunjung ke pulau ini dan itupun
biasanya hanya dari kalangan mahasiswa. Sedangkan untuk saat ini turis domestik
itu dua gadis super nekat, hanya bermodalkan informasi internet dengan ongkos
pas – pasan.
| Dokumentasi Pribadi (Bungalow) |
Nani menjelaskan fasilitas yang dapat kami
nikmati di pulau ini, ada bungalow yang nyaman di dalamnya ada beberapa ruangan,
ada dua kamar tidur yang satunya berada di lantai atas, kamar mandi, kulkas dan
beberapa fasilitas lainnya. Sedangkan wisata yang kami peroleh di pulau ini
diantaranya snorkling, jalan – jalan ke hutan, naik perahu, diving dan
memancing. Ada perbedaan mencolok antara turis mancanegara dan kami berdua
turis domestik ketika sampai di pulau ini. Di Tengah terik matahari para turis
mancanegara dengan cepat berganti pakaian lalu menjemur badan sedangkan kami berdua
turis domestik ganti pakaian, lalu mencuci dilanjutkan dengan menjemur pakaian.
Eng ing eng ??????
| Dokumentasi Pribadi (Persiapan Snorkling) |
Traveling ke pulau cubadak nggak akan ada ruginya, selain dapat
menikmati surganya pulau, eksotisnya seni sang pencipta, fasilitas liburan yang lengkap, Nani
dan karyawannya ramah – ramah serta yang tidak kalah penting tidak membuat
kantong jebol. Ringkasnya kita akan disugukan destinasi wisata yang memanjakan
mata dengan kepuasan luar biasa.


Komentar
Posting Komentar