Melejitkan Kemampuan Matematika dengan Kaidah 10.000 jam
Melejitkan Kemampuan Matematika dengan Kaidah 10.000 Jam
Oleh: Khuswatun Hasanah
Dua alinea berikut ini saya kutip
dari buku Happy Writing yang ditulis oleh Andreas Harefa, beliau merupakan salah satu penulis produktif
di Indonesia.
Kesuksesan adalah bakat ditambah latihan. Masalahnya dengan pandangan
ini adalah semakin dekat para psikolog menelaah karier mereka yang berbakat,
sepertinya semakin kecil peranan bakat dan semakin besar peranan latihan.”
Gambaran yang muncul dari berbagai penelitian ini adalah perlunya
latihan selama sepuluh ribu jam untuk memperoleh keahlian yang dibutuhkan demi
menjadi seorang ahli kelas dunia – dalam hal apapun, tulis ahli saraf
Daniel Lativin.
Pernyataan Lativin tersebut
tampaknya memang benar bahwa selalu ada keterkaitan antara keahlian dengan
latihan dalam waktu yang cukup lama. Misalnya saja jika kita bertanya kepada
para ahli dibidangnya masing – masing misalnya seperti Atlet, Akademisi dan
orang – orang yang menjuarai olimpiade, jika ditanyakan apa kunci kesuksesannya.
Kebanyakan diantara mereka menjawab banyaknya latihan, dan kita tidak pernah
mendengar latihan yang mereka lakukan dalam waktu yang singkat.
Keterkaitan latihan (mengerjakan
soal - soal) dalam matematika itu sendiri sangat berpengaruh. Siswa yang sering
mengerjakan soal – soal matematika dengan siswa yang hanya berpasrah terhadap
pengajaran di sekolah saja tentu akan berbeda. Pastinya siswa yang sering
berlatih akan lebih mumpuni pada pelajaran matematikanya, karena kunci
matematika adalah latihan.
Berdasarkan interview yang pernah
saya lakukan terhadap mahasiswa UoM (Univercity of Manchester) Bening Tirta Muhammad yang pernah berbaur
dengan orang – orang Cina. Saya menanyakan mengapa pemenang olimpiade
matematika itu identik dengan orang – orang cina, karena Matematika itu menjadi suatu hal yang wajib dalam setiap
pekerjaan di Cina, mau bekerja apapun harus mumpuni Matematikanya. Jadi
matematika merupakan standar yang wajib dalam setiap pekerjaan di Cina,
sehingga anak – anak di Cina akan dipersiapkan sedini mungkin oleh orang tuanya
untuk berlatih soal – soal matematika meskipun dengan biaya selangit, jadi
bukan hanya otak mereka saja yang mengingat matematika tapi tangan mereka sudah
terbiasa dengan matematika.
Jadi, jika kita kembali kepada
pernyataan Lativin untuk menjadi ahli tingkat dunia membutuhkan waktu 10.000
jam, bagaimana jika hanya ahli tingkat Nasional, Provinsi atau hanya Kota/Kabupaten????

Setuju sama uswah, dimana2 kalo cece atau koko cina pasti ngitungnya cepat kayak kalkulator aja otaknya. Kira2 ada tidak trik hitung cepat yg mereka pakai ya us? Kayak hitung jari, atau sempoa atau apa?
BalasHapusKebetulan di sekitar tempat tinggalku ada beberapa orang cina yg pekerjaannya TOKE (tempat menampung hasil karet), mereka semua termasuk kelas menghitung cepat dan tepat kak, bahkan mereka mampu menghitung cepat dan tepat sembari berkomunikasi dengan orang lain, setelah ditelusuri mereka menghitung menggunakan sempoa yg sudah terekam dengan tepat di ingatannya.
Hapusiya betul sekali, kebanyakan orang cina pada bangku sekolah dasar sudah dibekali oleh orang tuanya dengan ilmu sempoa dengan ikut les privat, sehingga mereka sudah terbiasa berhitung dengan cepat tanpa menggunakan alat bantu hitung seperti kalkulator tau sejenis lain nya.
HapusKalau pada masyarakat kita kak, apa solusi yang tepat agar kita tidak bergantung pada kalkulator?
HapusTentunya dimulai dari gurunya agar tidak membiasakan siswa untuk berhitung dengan menggunakan kalkulator
HapusBagaimana peran dari bakat alami?
BalasHapusTidak dipungkiri bahwa bakat alami juga berperan dalam keberhasilan, tapi kita juga sering mendengar dan melihat orang - orang yang berhasil dengan kerja keras (latihan). Jadi, untuk kedua hal tersebut kembali ke diri kita saja bagaimana menyikapinya.
Hapusperan bakat alami sangatlah penting karena itu dasar kemana anak itu akan diarahkan untuk keberhasilan dia dimasa depan.
HapusSaya setuju peran bakat alami juga penting. Karna ada anak yang bakat menghitung lebih bagus ketimbang bakat seni atau bakat bahasanya. Maka perlu peran orang tua untuk mengarahkan dan mengembangkan bakat alami yang sudah dimiliki oleh anak tersebut.
HapusSingkat, terfokus. I like this.
BalasHapusThanks pak sutradara
HapusTeman2 silahkan kunjungi, follow dan komen di blog saya anchachayow.blogspot.com trimakasih😀👍
BalasHapus